Pesta Kedua Persela di Lamongan

Persela Lamongan melanjutkan pesta di Stadion Surajaya, Lamongan. Meladeni Persisam Samarinda, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir kembali mencatat kemenangan 4-1.

Zulham Zamrun, Kim Young Han, Jimmy Suparno dan Feri Ariawan menjadi aktor di lapangan. Sedangkan Persisam hanya mampu menipiskan malu lewat gol Irsyad Aras di penghujung babak pertama.

Persela sendiri seakan menjadi tim lain dan bukan lagi Persela di putaran pertama lalu. Hadirnya pemain anyar Gustavo Lopez dan Kim Young Han benar-benar mengubah wajah tim biru laut asuhan Subangkit.

"Permainan berlangsung seperti yang saya harapkan. Lini depan sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Saya berharap ini menjadi titik balik kebangkitan Persela," sebut Subangkit selepas laga.

Sekaligus dirinya tak ingin kemenangan ini hanya karena faktor kandang. Pelatih yang menjunjung tinggi kedisiplinan ini masih berambisi mendulang poin sempurna di luar kandang, yang sejauh ini masih mustahil bagi Persela.

Sementara pelatih Persisam Hendri Susilo hanya pasrah dengan kekalahan timnya. "Kita bermain buruk dan kalah. Tak ada alasan lagi. Kita berusaha bangkit dari kekalahan sebelumnya tapi tetap tidak mampu," kata Hendri.

Persela yang tampil tanpa centre back Fabiano Beltrame, langsung on fire sejak kick off. Baru tiga menit berjalan, tuan rumah sudah unggul lewat striker muda Zulham Zamrun.

Melalui skema serangan balik, Zulham menerima sodoran umpan Kim Young Han di kiri pertahanan Persisam. Dengan sekali dribble, ia melepaskan tendangan yang tak mampu dibendung kiper Persisam Wawan Hendrawan.

Persela semakin perkasa dengan menggandakan keunggulan menit 11. Kali ini giliran Kim Young Han yang mencabik jala Persisam memanfaatkan bola rebound hasil tendangan bebas Gustavo Lopez yang membentur tiang gawang.

Sebuah de ja vu bagi Persisam yang sebelumnya juga diberondong di menit-menit awal kala menghadapi Deltras Sidoarjo. Secara permainan Persisam juga serba canggung.

Persela semakin tak terbendung. Menit 24, Jimmy Suparno menenggelamkan tim tamu melalui heading menyambut umpan Taufik Kasrun. Skor 3-0 dalam waktu 24 menit sungguh terlalu mudah dan di luar bayangan sebelumnya.

Tapi Persisam tak patah arang. Ronald Fagundez dkk terus berupaya menekan pertahanan Laskar Joko Tingkir. Hasilnya, Irsyad Aras berhasil memperkecil skor menit 38 melalui tandangan terarah melewati kiper Khoirul Huda.

Sebuah teknik tendangan yang bagus sekaligus buruknya positioning kiper Khoirul Huda. Skor 3-1 menutup babak pertama. Di paruh kedua, pertahanan Persisam masih sangat empuk.

Pemain pengganti Feri Ariawan melebarkan skor dengan gol mudah di menit 49. Menerima assist Kim Young Han, Feri tinggal menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong melompong.

Sejumlah peluang manis sebenarnya terus diperoleh Persela. Namun kurang tenangnya penyelesaian akhir membuat tim Persisam terhindar dari kekalahan yang lebih parah. Sungguh oleh-oleh pahit untuk dibawa pulang ke Samarinda.


06.13 | Posted in , , | Read More »

Arema-Persiwa Duel Separuh Nafas

Arema FC bakal menantang tuan rumah Persiwa Wamena di Stadion Pendidikan dengan separuh nafas. Artinya kekuatan tim berjuluk Singo Edan jauh berkurang di awal putaran dua Indonesia Super League (ISL).

Tak hanya karena dibabat 6-1 oleh Persipura Jayapura di laga sebelumnya, tapi juga karena motivasi yang tengah merosot tajam. Persoalan gaji pemain masih menjadi pemicunya. Manajemen kembali ingkar soal pembayaran gaji.

Memang, sebelum bertolak ke Wamena, pasukan Singo Edan sempat menggelar rapat terkait gaji tiga bulan yang belum terbayar. Pemain masih toleran dengan tetap berniat berangkat dan bertanding di Wamena.

Namun persoalan itu kelihatan nyata sangat menganggu konsentrasi pemain tim berlogo kepala singa. Pelatih Miroslav Janu mengakui kondisi mental pemainnya terus menurun karena belum ada solusi terkait pembayaran gaji.

"Ini kondisi paling buruk selama saya menangani Arema. Saya memahami pikiran pemain. Dalam latihan mereka terlihat tak konsentrasi," ujar Miro jelang keberangkatan tim ke Wamena.

Yang pasti, dalam kondisi apa pun, Miro ingin timnya meraih poin di Wamena. Karena jika tidak, maka kondisi bakal terus memburuk walaupun nanti gaji sudah di bayar sekalipun.

Informasi dari Wamena, sejumlah pemain dikabarkan mengancam menjadikan laga kontra Persiwa menjadi laga terakhir mereka jika gaji tak juga terselesaikan. Setelah kambali ke Malang, pemain bakal membicarakan rencana selanjutnya.

"Kita ke Wamena dan tetap bermain. Tapi kita tidak tahu apakah bakal bertanding di partai selanjutnya. Pemain sepakat akan membicarakan persoalan itu di Malang nanti," kata seorang pemain yang berhasil dihubungi.

Bukti semakin terpuruknya tim kebanggaan Aremania. Tampaknya misi mempertahankan gelar bukanlah hal penting lagi bagi pemain Arema. Bisa jadi mereka sekadar setor nyawa kala bertanding di Wamena.

Di kubu seberang, Pelatih Persiwa Suharno mengaku prihatin dengan kondisi calon lawannya. Sebagai orang yang pernah menangani Singo Edan, tim sebagus Arema seharusnya tidak mengalami peristiwa seperti yang terjadi sekarang.

Suharno mengatakan persoalan gaji merupakan masalah klasik di sepakbola Indonesia dan bukan masalah enteng. Ia memahami jika pemain sulit konsentrasi jika kantong kosong melompong. "Saya pernah mengalami itu. Memang berat," katanya.

Namun dia harus menyingkirkan jauh-jauh rasa simpatinya saat berduel dengan Arema. Harus diakui kondisi calon lawan sangat disyukuri tim berjuluk Badai Pegunungan Tengah yang baru saja melibas Persijap Jepara 3-1.

"Kita siap memenangkan pertandingan. Anak-anak dalam kondisi yang bagus. Tapi kami tetap memandang Arema sebagai tim yang bagus dan sulit dikalahkan. Saya pikir kita butuh perjuangan lebih keras dibanding laga sebelumnya," tutur mantan pelatih Deltras ini.

Disinggung soal kepemimpinan wasit yang sempat dikeluhkan Persijap Jepara, Suharno enggan berkomentar. Ia hanya menyebut kemenangan memang layak diperoleh timnya karena bermain bagus.


Prakiraan Formasi:
Arema (4-4-2):
Syaifudin (gk), Zulkifli Syukur, Waluyo, Purwaka Yudhi, Benny Wahyudi (belakang), M Ridhuan, ESteban Guillen, Ahmad Bustomi, Fachrudin (tengah), Noh Alam Shah, Amirudin (depan).


Persiwa (4-4-2):
Galih Fermansyah (gk), Yesaya Desnam, Sasa Secevic, Firly Afriansyah, Alex Yarangga (belakang), erick Weeks, Joko Kuspito, ferdinand Sinaga, Fernando Mote (tengah), Peter Rumaropen, Boakay Foday (depan).

05.49 | Posted in , , | Read More »

Daniel Roekito Kritik Penampilan Shohei

Kendati berhasil mencetak gol di pertandingan perdananya saat Persib Bandung dijamu Semen Padang, pemain baru Persib asal Jepang Matsunaga Shohei, tetap mendapatkan kritikan atas penampilannya tersebut.

Seperti yang dilansir oleh laman resmi Persib, Daniel menyatakan bahwa dirinya masih sedikit kecewa dengan keseluruhan penampilan Shohei di lapangan.

Menurut Daniel, Shohei memang tampil sangat bagus tetapi hal tersebut hanya saat pemain asal Jepang tersebut menguasai bola, namun ketika Shohei berada dalam kondisi off the ball, penampilan pemain yang pernah memperkuat Schalke 04 tersebut dinilai masih kurang.

"Matsunaga, dia pemain yang bagus. Tapi hanya pada saat menguasai bola. Kalau bola ada di kaki lawan, beberapa kali ia hanya membuntuti tanpa mampu merebutnya. Staminanya juga bagus. Tapi, pergerakanya tidak teratur dan kerap berbenturan dengan rekannya yang berada dalam posisi yang sama," tukas Daniel.

23.18 | Posted in , , | Read More »

Recently Commented

Recently Added